skip to main content

Revitalising Early Childhood Care and Development in South-West Sumba

ACER news 4 minute read

ACER Indonesia has been commissioned by William-Lily Foundation (WLF) and Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) to conduct a two-year pilot program supporting community-based services in early childhood care and development in South-West Sumba from 2020–2021. The study aims to develop an intervention program by revitalizing and refining the existing government intervention program related to holistic and integrated early childhood care and development (PAUD-HI) and identify an intervention program that can be replicated elsewhere.

The study will consist of two phases. Phase one will consist of programmatic evaluation of previous interventions and baseline data collection on early learning, health and nutrition, parenting and education, and child protection. Phase two will be about the intervention and training for ECD and health personnel in the pilot area based on the evaluation on the first phase. This will be ACER Indonesia’s first opportunity to model a full cycle of evidence-based practice where we will design and redevelop the capacity development programs based on the formative studies in phase one.

As part of the first phase, the ACER Indonesia team visited South-West Sumba with WLF and Sumba Integrated Development (SID). During the short visit, the team conducted an initial coordination meeting with the Regent of South-west Sumba, dr Nelis Kodi Mete, the Head of Education Office, and the Head of Health Office on 15 January 2020. The government of South-West Sumba committed to support the program and approved the pilot area, which comprises Kodi Balaghar Sub-district, Kodi Sub-district, and South Wewewa sub-district. These areas were selected due to the high prevalence of childhood growth stunting. Some of the pilot areas have also rarely been involved in similar development program in the past.

The next step of the program will be the data collection that will be conducted in March 2020 for approximately two weeks. The team will visit 12 early childhood centres and gather both qualitative and quantitative data including children, parents and ECD personnel.

 

[BAHASA INDONESIA]

Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini di Sumba Barat Daya

ACER Indonesia mendapat kepercayaan dari William-Lily Foundation (WLF) dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) untuk melaksanakan melaksanakan kegiatan percontohan untuk mendukung pelayanan berbasis komunitas untuk pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di Sumba Barat Daya dari tahun 2020 – 2021. Program ini bertujuan untuk mengembangkan program intervensi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini–Holistik Integratif (PAUD-HI) dengan merevitalisasi dan menyelaraskan program intervensi yang sudah ada serta mengidentifikasi program intervensi yang bisa direplikasi di tempat lain.

Studi ini terdiri dari dua fase. Fase pertama terdiri dari evaluasi intervensi sebelumnya serta pengambilan data dasar untuk pembelajaran awal, nutrisi dan kesehatan, pendidikan dan pendidikan keluarga, serta perlindungan anak. Fase dua akan melibatkan intervensi dan pelatihan untuk tenaga kependidikan usia dini dan tenaga kesehatan di wilayah studi berdasarkan hasil dari evaluasi di fase pertama. Ini akan menjadi kesempatan pertama bagi ACER Indonesia melakukan praktik berbasis-bukti secara utuh dimana kami akan mendesain dan mengembangkan ulang program pengembangan kapasitas berdasarkan hasil studi formatif di fase pertama.

Sebagai bagian dari fase awal kegiatan, tim ACER Indonesia bersama pihak WLF dan Sumba Integrated Development (SID) mengunjungi Sumba Barat Daya minggu lalu. Dalam kunjungan singkat tersebut, tim melakukan pertemuan awal dengan Bupati SBD dr. Nelis Kodi Mete, Kepala Dinas Pendidikan SBD, serta Kepala Dinas Kesehatan SBD pada 15 Januari 2020. Pemerinta Sumba Barat Daya berkomitmen untuk mendukung program ini dan menyetujui area studi, yaitu Kecamatan Kodi Balaghar, Kecamatan Kodi, dan Kecamatan Wewewa Selatan. Wilayah tersebut dipilih berdasarkan tingginya prevalensi angka stunting. Beberapa wilayah studi juga merupakan area yang sebelumnya cukup jarang terlibat dalam kegiatan serupa program ini.

Langkah selanjutnya dari program ini adalah pengambilan data yang akan dilaksanakan pada Maret 2020 selama lebih kurang 2 minggu. Tim akan mengunjungi 12 pusat PAUD dan mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif data termasuk dari anak, orang tua, dan tenaga PAUD.